Saat ini sudah tahun ketiga saya duduk di bangku SMA. Saya sekolah di daerah Jawa Barat, tepatnya di daerah Banten yang masih cukup erat dengan hal-hal spiritual seperti ini. Disamping itu, diusia saya ini, cerita-cerita horror atau misteri masih menarik minat banyak orang dan masih banyak diperbincangkan, terutama di sekolah. Kebetulan saya memang suka dengan hal-hal seperti ini, dan tidak sedikit pula teman saya yang menyukainya. Jadi, saya seringkali mendengar cerita-cerita horror dari teman-teman saya, memang saya pun tidak keberatan mendengarnya.
Bisa dibilang saya ini tidak terlalu pemberani. "Tapi kenapa suka cerita-cerita seperti itu?" pasti ada saja yang ingin mengajukan pertanyaan seperti itu, dan tentu saja saya bingung menjawabnya. Karena walaupun saya memang menyukainya, tapi saya kerap sekali merasa takut. Dan akhirnya saya menemukan jawabannya setelah saya cari, yahh walaupun saya masih belum cukup yakin apakah memang seperti itu.
Marge Kerr, seorang sosiolog dan penulis Scream: Chiling Adventures in the Science of Fear mengungkapkan bahwa film atau cerita yang merangsang rasa takut dan memicu jantung seseorang menjadi tinggi dan membuat tubuh merasa seakan perlu mengeluarkan energi.
"Beberapa orang mungkin merasakan manfaat positif dari hal itu. mereka merasa benar-benar hidup. Sama seperti apa yang mereka rasakan setelah kelas Yoga yang intens atau melakukan sesuatu yang memusatkan semua perhatian ke tubuh anda" kata Marge Kerr
Singkatnya, untuk beberapa orang, mendengar atau menonton sesuatu yang seram akan menantang adrenalin mereka dan hal itu menyebabkan kesenangan tersendiri bagi sebagian orang. yaah, sepertinya memang seperti itu hal yang saya rasakan ketika mendengar cerita-cerita horror dan semacamnya.
Sepertinya sampai disini saja pertemuan kita kali ini, dan untuk postingan selanjutnya saya akan benar-benar mengulas cerita seram, misteri, ataupun legenda urban yang pastinya akan menarik. Sekian dari saya, Lonely Man. Terimakasih.
